<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5336098385700020351</id><updated>2011-12-28T07:25:03.157-08:00</updated><category term='Pikiran'/><category term='Militerisme'/><title type='text'>Proletar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5336098385700020351/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Info Seputar Bengkulu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-FGbCSHjW6sc/Tvs0mGieqJI/AAAAAAAAAeY/RIbtO2l_XYQ/s220/Info%2BBengkulu.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5336098385700020351.post-5689966652103268809</id><published>2009-12-07T12:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T12:49:00.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Militerisme'/><title type='text'>Militer</title><content type='html'>Seorang kawan pernah bertanya kepada penulis “mengapa anda getol sekali mengkritik militer”. Pertanyaan ini demikian mengganggu dan membuat bingung bagaimana harus menjawabnya sebab berbicara soal kritikan adalah suatu hal yang harus kita lakukan dalam melihat sebuah fenomena sosial yang kita lihat sangat merugikan masyarakat banyak, akan tetapi kawan ini melihat kritikan pada militer adalah sesuatu yang janggal bahkan mungkin penuh dengan intrik dan nafsu kekuasaan, bukankah kita tidak mungkin hidup dengan aman tanpa adanya militer? dan bukankah Indonesia adalah bangsa yang bangga akan jasa para pahlawan dan militerlah yang telah berdarah-darah untuk perjuangan agar bangsa ini ada tambahan dari beragai argumentasi teman inipun semakin membuat penulis penasaran tapi penulis yakin benar, ada jutaan orang yang berpikir demikian, meskipun sebagian lainnya justru melihat sebaliknya. Sangat susah jika kita mau mendapatkan gambaran sederhana bagaimana Militer di Indonesia menjadi persoalan yang demikian mempengaruhi sejarah dan kehidupan masyarakat, hal ini tentu tidak lepas dari bagaimana sejarah perjalanan bangsa ini yang demikian penuh pertarungan politik yang pasti juga didominasi oleh militer itu sendiri.&lt;br /&gt;Apa yang coba penulis gambarkan diatas hanyalah sebuah pengantar dan sekarang kita akan coba mengkaji satu persatu dari militer itu sendiri.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Militer Indonesia&lt;br /&gt;Sebenarnya pada masa pra kolonial masyarakat pribumi sudah menyadari munculnya sikap kasar, tidak senonoh dan tidak manusiawi pada saat mereka mengendalikan lingkungan alam dan sosial mereka. Hal tersebut juga terbukti pada budaya – budaya masyarakat yang tergambarkan dalam sebuah kebiasaan – kebiasaan misalkan pada jaman kerajaan dulu banyak ara tuan tanah-tuan tanah yang mngumpulkan beberapa pendekar sakti yang dapat dia perintah untuk mengamankan wilayah perkebunannya, hingga pada kekuasaan raja-rajapun terjadi hal yang sama untuk mengamankan sebuah daerah kekuasaannya.&lt;br /&gt;Ketika orang Belanda tiba di Indonesia, sementara dia mempunyai keinginan untuk mempertahankan kekuasaannya. Pembentukan balatentara yang di bawahi oleh keuasaan belanda dalam proses perekrutannyapun terjadi diskriminasi yang sangat jelas yang mana hanya mereka saja boleh masuk kedalam KNIL adalah para bangsawan. Di karenakan banyak anak bangsawan (kaya) yang menjadi anggota KNIL maka keluarlah konsep untuk membagi tugas dari KNIL pertama, menjaga stabilitas ekonomi karena senjata merupakan perpanjangan tangan dari alat produksi (mempertahankan alat produksi) dan syarat untuk melahirkan kepentingan ekonomi. Kedua, masuk kedalam sistem sosial politik adalah wajar. Sehingga Dwi fungsi pasukan kerajaan adalah cocok untuk memulihkan stabilitas keamanan yang mempengaruhi ekonomi dan sosial politik dan untuk itu pula yang menjadi ciri pasukan KNIL ini adalah merka lebih cakap dalam bidang administrasi.&lt;br /&gt;Pada sisi lain, kedatangan jepang di Indonesia juga memberikan pengaruh besar pada stabilitas keamanan di Indonesia dengan lahirnya Peta dan Heiho yang merupakan organisasi Militer dan paramiliter yang anggotanya berasal dari masyarakat Indonesia seperti jawara dan jago – jago persilatan. Jepang mengajarkan pendidikan dasar Infanteri dan indoktrinasi ala Samurai, sejak itu lahirlah disiplin Militer yang di terapkan oleh Jepang. Pengaruh dari keberadaan tentara Jepang di Indonesia adalah terlihat pada budaya memahami Nasionalisme dengan mencium bendera dan hormat bendera serta upacara – upacara bendera yang ceremonial.&lt;br /&gt;Sejarah berlanjut pada saat sekarang kita dengan TNI ( AU, AD dan AL ). Yang mana berdirinya TNI itu sendiri di ilhami karena pada saat itu negara membutuhkan tentara yang terorganisir untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan musuh dari luar maupun dari dalam negeri, yang mana model perekrutannya adalah dari bekas para tentara KNIL (bentukan Belanda) dan dari tentara bekas PETA dan HEIHO (bentukan jepang) juga ada sebagaian dari para tentara pejuang perang gerilya. Selang beberapa tahun kemudian seiring dengan kebutuihan negara pada saat itu akhirnya di tubuh TNI sendiri mengalami sebuah perubahan yang mana tentara KNIL selain memiliki keahlian dalam menggunakan senjata tetapi ia juga memilki keahlian untuk mengerjakan administrasi dalam berbisnis sedangkan para tentara bekas PETA dan HEIHO mereka hanya bisa menggunakan senjata dan memiliki teknik untuk berperang, mereka bersama para tentara bekas perang gerilya di tigaskan untuk melakukan pengamanan atau menjaga keamanan rakyat (kalau sekarang di sebut polisi). Dari penjelasan singkat tentang sejarah Militer tersebut maka kita dapat menarik benang merah bahwasanya pada tubuh Militer yang menjadi posisi tawar terpenting dari ;ahirnya kekuasaan berdasarkan kekerasan adalah senjata dan perkembangan senjata semakin pesat untuk kemudian menjadi alat produksi mempertahankan kekuasaan, pada sejarah telah merombak tradisi pemisahan menjadi penyatuan fungsi – fungsi militer dan sosial politik dan bisnis yang menguasai dengan garis komando (top down) serta senjata.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Militer &lt;br /&gt;Berbicara mengenai fungsi militer tentu kita tidak akan lepas pula mengenai hubungan militer dengan masyarakat sipil itu sendiri. Hubungan sipil dan militer adalah sebuah fenomena yang tidak akan pernah berhenti untuk di bicarakan karena sampai hari ini kondisi obyektif memperlihatkan peran – peran militer yang sudah tidak lagi pada garis sebenarnya. Militer di bangun menjadi kelompok profesional dalam melihat stabilitas keamanan, secara sosial terisolasi, memusatkan pada permasalahan teknis dan hanya berorientasi pada ancaman keamanan dari luar (Dr. Elliot A, Cohen).&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang sebenarnya ideal untuk di terapkan oleh militer akan tetapi yang ideal tersebut di batasi oleh sistem yang ada pada tubuh militer yaitu komando dan pertanyaannya siapa yang memegang atau menjadi komandan?.&lt;br /&gt;Seharusnya militer sebaga salah satu organisasi dan elemen penting masyarakat yang memiliki militansi dan di siplin kuat mampu untuk menjadi pelindung bukan kemudian menjadi bomerang terhadap rakyat. Militer mempunyai sisitem patok mati kalau A ya… harus A maka hal tersebut akan mempengaruhi kebijakan yang akan di keluarkan hanya untuk kepentingan individu/kelompok pertanyaannya ketika pertarungan kedua kepentingan tersebut terjadi adalah di mana kepentingan rakyat ?. &lt;br /&gt;Ternyata kita melihat ada banyak hal yang ideal terhadap substansi dari alat pengaman Negara/ militer akan tetapi peluang tersebut akhirnya menjadi kecil ketika hadirnya pola komando yang jelas merupakan hambatan untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Dan dengan sistem komandonya ini tidak akan bisa di terapkan dalam sistem negara demokratis karena sistem demokratis yang mengedepankan sistem rasionalisasi dan argumentasi yang kuat maka akan bertabrakan dengan sistem komando yang dimiliki oleh militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watak Militer&lt;br /&gt;Ada beberapa watak militerisme yang berpengaruh pada watak tidak terwujudnya suatu perubahan atau lebih radikalnya di sebut anti demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komando (top down).&lt;br /&gt;Pengaruhnya pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat harus patuh dan tidak menentang, serta peluang masuknya kepentingan pribadi sangat besar. Terlihat ketika seorang pemimpin memerintah untuk melakukan pelibasan pada aksi – aksi mahasiswa yang jelas menyuarakan hal yang sebenarnya ternyata seorang anggota yang mempunyai hati nurani tidak akan dapat membendung itu semua. Kasus – kasus dari akibat sistem komando tersebut terlihat jelas pada kasus Tanjung Priok 1984 di mana kebebasan berpendapat masyarakat di bendung oleh campur tangan militer yang berpeluang melalui Dwi Fungsi ABRI dengan memerintahkan untuk melibas habis gerakan atau dakwah yang berbau protes atau dapat mengkonsentrasikan  massa di suatu tempat. Sementara hati nurani pasti tidak akan pernah mau untuk melakukan hal yang tidak benar apalagi pembantaian Masal yang di lakukan oleh TNI ketika Tanjung Priok Cases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watak kekerasan.&lt;br /&gt;Militer yang memiliki disiplin yang sangat rentan dengan pembentukan Fisik dan Watak yang “Harus” juga akan melahirkan kekerasan karena militer merasa memiliki kekuasaan dan kekuatan yaitu senjata sehingga juga dalam pendidikan militeristik penguasaan atas sesuatu di dahului oleh pendidikan Fisik yang jelas cenderung untuk mengandalkan kekuatan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya sejak awal kehadiran di muka bumi, manusia harus mengarungi kawasan adaptasi (adaftive zone) yang di ciptakan dengan mengacu pada kebudayaan yang di kembangkannya. Oleh karena itu sikap dan pola tingkah lakunya termasuk tindak kekerasan di pengaruhi oleh kebudayaan sebagai kerangka acuan. Pada mulanya tindak kekerasan mendorong manusia untuk berusaha mendapatkan dengan jalan yang mudah dan cepat akan tetapi ketika kita memahami akan kebutuhan orang lain juga di situlah lahirnya nilai – nilai yang membatasi untuk memperoleh sesuatu dengan kompetisi yang jujur dan wajar. Kemudian kebutuhan itu manusia di hadapkan dengan kebutuhan bersama yang harus saling memahami akan kebutuhan bersama. Perkembangan kebutuhan yang lain adalah kebutuhan akan kekuasaan (Wealth need) serta kebutuhan kehormatan (Social prestuge need).&lt;br /&gt;Kesemua kebutuhan tersebut pasti akan berkembang dan akhirnya, ketika kebutuhan tersebut sangat di butuhkan oleh masyarakat dan mengalami kompetisi maka militer dengan senjatanya sebagai power machine akan mengalami kemenangan dengan watak kekerasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek-praktek militerisme&lt;br /&gt;Dari apa yang sudah penulis paparkan diatas tentu kita bisa sedikit memahami apa sebenarnya itu militer dan kenapa kita harus mengkritisi apa yang sudah dilakukan oleh militer selama ini, kalau kita mau melihat lebih jauh lagi dari apa yang telah dilakukan oleh militer dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial kita maka kita dapat mengambil contoh yang banyak terjadi belakngan ini masih banyak kasus-kasus yang melibatkan kekuatan militer belum terselesaikan sampai sekarang dan yang akan menjadi pertanyaa besar kita sekarang adalah setelah kita mengetahui sebuah ralitas yang tidak berpihak kepada rayat apakah kita akan tinggal diam? Hal inilah yang akan kita jawab secara bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;1.Mahasiswa dan Militer.&lt;br /&gt;2.Hegemoni Tentara (Nazib Azca)&lt;br /&gt;3.Militer dan politik  UHarold Cruch dan amos Parmutter)&lt;br /&gt;4.Konsolidasi Pembagunan dan Militer&lt;br /&gt;5.Militer dan Masyarakat Sipil&lt;br /&gt;6.Militer dan Demokratisasi&lt;br /&gt;7.Makalah-Makalah yang mendukung.&lt;br /&gt;8.TNI bukan tetara rakyat (Coen Husain Pontoh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5336098385700020351-5689966652103268809?l=salam-pembebasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/feeds/5689966652103268809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/2009/12/militer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5336098385700020351/posts/default/5689966652103268809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5336098385700020351/posts/default/5689966652103268809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/2009/12/militer.html' title='Militer'/><author><name>Info Seputar Bengkulu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-FGbCSHjW6sc/Tvs0mGieqJI/AAAAAAAAAeY/RIbtO2l_XYQ/s220/Info%2BBengkulu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5336098385700020351.post-2724956167040355010</id><published>2009-09-30T04:42:00.001-07:00</published><updated>2009-09-30T04:43:33.583-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiran'/><title type='text'>Masih dprtanyakan..???</title><content type='html'>Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo bilang, sekarang ini tengah merajalela komunis gaya baru yang perlu diwaspadai karena mengancam keutuhan NKRI. Benarkah sedemikian menakutkannya makhluk bernama "komunisme" itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin komunis menyatakan bahwa kaum proletar adalah mereka yang tertindas kemerdekaan dan ekonominya oleh sistem kapitalis. Mereka dipersatukan dengan tekad untuk melepaskan diri dengan jalan memaksakan kehendak agar paham komunis berlaku dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, kaum dhuafa mendapat perhatian khusus dari Allah Swt, terbukti dalam surat Al Ma'un, Allah memvonis mereka yang menyia-nyiakan anak yatim dan fakir miskin sebagai pendusta agama. Oleh karena itu Allah memerintahkan agar mereka yang mampu untuk memberikan zakat, infaq dan sedekah, bagi penanggulangan kemiskinan dan kepentingan agama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara menyosialisasikan kewajiban itu dengan cara damai yaitu dengan dakwah, khususnya dengan dakwah amal nyata, tidak hanya sekadar lesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Karl Max, sebagai sosok yang pemikirannya menjadi benih atas lahirnya faham komunisme itu, sesungguhnya tidak berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Marx mensinyalir bahwa di dunia ada dua kelas masyarakat. Masyarakat borjuis, yang terdiri dari kaum bangsawan, tuan tanah dan para pemilik modal. Ada pun kelas kedua ialah yang disebut proletar. Terdiri dari kaum buruh, petani kecil atau penggarap. Mereka hidup sangat tergantung pada belas kasihan kaum borjuis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kelas masyarakat yang penuh kontradiksi-kontradiksi, tidak dapat dipersatukan, karena perbedaan kepentingan yang antagonis. Kaum borjuis dengan kekayaannya yang berlimpah menindas kaum proletar untuk mendapat keuntungan materiil semata, mereka dijadikan sapi perahan yang tidak berdaya. Kaum proletar dengan segala kelemahannya tidak mampu untuk melepaskan diri dari penindasan borjuis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kondisi yang dipikirkan Karl Marx tersebut secara nyata dan jelas terlihat. Di mana yang kaya makin kaya, dan yang susah makin sengsara. Bahkan kaum berada kerap mempertontonkan dan begitu sangat menikmati ketika mempermainkan kesengsaraan kaum susah yang ada di ngeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini, misalnya, hanya demi uang sedekah sebesar Rp 40 ribu yang dibagikan pejabat negara di kantornya, banyak kaum miskin harus tergeletak di rumah sakit akibat terinjak-injak; buruh mati saat berdemonstrasi menuntut hak mereka yang tidak diberikan oleh pengusaha (karena permintaan mereka secara baik-baik melalui jalan kompromi selalu diabaikan); lebih memilihnya memberikan subsidi senilai triliunan kepada bank bermasalah dari pada memberi makan orang miskin; menjadikan bencana yang sesungguhnya terjadi karena kesalahan sebuah perusahaan, sebagai dosa yang harus ditanggung bersama oleh penduduk negeri; menjadikan lokasi-lokasi kumuh untuk ajak kampanye--dan meninggalkannya setelah masa pemilu usai; dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan besarnya adalah: Apakah ketika kita menuntut hak kita dan berharap kaum kaya tidak bersikap semena-mena dan terus menari di atas luka orang miskin yang tertindas oleh keadaan, adalah sebuah kesalahan????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, di negeri ini, orang-orang miskin banyak yang tidak mampu untuk bersekolah dan mengenal dunia pendidikan masih mendominasi. Jangankan mengenal Karl Marx dan ajarannya, membaca dan berhitung saja mereka tidak mampu. Jadi, apakah mereka bisa dikatakan komunis ketika apa yang mereka lakukan sejalan dengan apa yang dipikirkan Karl Marx yang lahir di Jerman, 5 Mei 1818 dan meninggal di London, 14 Maret 1883 lalu itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan mengenal ajarannya, tahu siapa sosok Karl Max saja, dijamin mereka menggeleng...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para orang kaya dan berharta, janganlah kalian pernah takut akan keberadaan sosok orang miskin. Sesungguhnya dengan bersedekah dan peduli terhadap nasib orang-orang miskin, susah, dan berekonomi rendah, harta kalian tidak akan berkurang. Tetapi sebaliknya, Allah SWT akan menambah berkali lipat apa yang kalian keluarkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian terus menuding bahwa kemiskinan adalah dosa yang harus disingkirkan, dan kalian akan bisa tertawa dan tidur senang di balik keserakahan yang kalian pupuk, maka bermimpilah...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasta La Victoria Siempre...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5336098385700020351-2724956167040355010?l=salam-pembebasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/feeds/2724956167040355010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/2009/09/masih-dprtanyakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5336098385700020351/posts/default/2724956167040355010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5336098385700020351/posts/default/2724956167040355010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/2009/09/masih-dprtanyakan.html' title='Masih dprtanyakan..???'/><author><name>Info Seputar Bengkulu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-FGbCSHjW6sc/Tvs0mGieqJI/AAAAAAAAAeY/RIbtO2l_XYQ/s220/Info%2BBengkulu.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5336098385700020351.post-8964084413130305712</id><published>2009-09-28T23:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T23:11:55.565-07:00</updated><title type='text'>The Red Mantis: The Obama Dilemma</title><content type='html'>&lt;a href="http://theredmantis.blogspot.com/2008/08/obama-dilemma.html"&gt;The Red Mantis: The Obama Dilemma&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5336098385700020351-8964084413130305712?l=salam-pembebasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://theredmantis.blogspot.com/2008/08/obama-dilemma.html' title='The Red Mantis: The Obama Dilemma'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/feeds/8964084413130305712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/2009/09/red-mantis-obama-dilemma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5336098385700020351/posts/default/8964084413130305712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5336098385700020351/posts/default/8964084413130305712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salam-pembebasan.blogspot.com/2009/09/red-mantis-obama-dilemma.html' title='The Red Mantis: The Obama Dilemma'/><author><name>Info Seputar Bengkulu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-FGbCSHjW6sc/Tvs0mGieqJI/AAAAAAAAAeY/RIbtO2l_XYQ/s220/Info%2BBengkulu.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
